Promosi

Cara Pemeriksaan Sistem suspensi Independen

Konstruksi dan Cara Kerja

Pada umumnya sistem suspensi dapat digolongkan mejadi dua jenis, yaitu suspensi independen dan suspensi rigid
Suspensi rigid biasanya menggunakan pegas daun yang dibuat dari baja dan mempunyai elasitas cukup tinggi. Suspensi jenis ini banyak digunakan pada rda belakang. salah satu ujung pegas dipasangkan pada frame/kerangka dengan menggunakan bushing, sedangkan ujung lainnya dipasang pada kerangka menggunakan hangger spiring (ayunan pegas).

Sistem Independen 

Fungsi suspensi independen tersiri atas;

Suspensi Pegas Coil (coil spiring)

Konstruksi pegas coil dibuat dari batang baja khusus berbntuk spiral, roda dipasang pada steering knuckle melalui dua lengan (upper arm dan lower arm). Shock absorber dan pegas koil dipasang diantara kedua arm. Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing dan ujung lainnya pada steering knuckle melalui ball joint. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame dan bagian bawahnya ke lower arm.

Kerjanya: Jika roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan, maka pegas koil menerima gaya dari lower arm dan upper armmengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan, sesuai dari kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan).

Pemeriksaan Sistem Suspensi mobil tipe Independen
Kunci Pas

Prosuder Pemeriksaan Komponen Sistem Suspensi Independen 

Fungsi dan prosuder pemeriksaan sistem suspensi independen terdiri atas

Arm dan Lower Arm

Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil, pemasangan steering knuckle disemprot menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak.

Steering Knuckle

Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan/sumbu roda, sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekiri dan kekanan.
Pemeriksaan dalam keadaan terlepas dan bersih steering knuckle disemprot menggunakan penetrant warna untuk  meyakinkan bahwa komponen masih dalam keadaan baik atau retak.

Ball Joint

Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan bergerak, pemasangannya antara lower aram dengan steering knuckle, dan upper arm dengan steering knuckle

  • Pemeriksaan kekendoran ball joint terhadap lower arm.
  • Gerakan pemeriksaan ini dilakukan dengan cara:
  • Dongkrak bagian depan kendaraan dan ditopang dengan penyangga
  • pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem.
  • Gerakan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah  dan pastikan tidak adanya gerak bebas ball joint (berlebihan)=0".

Pemeriksaan Kekendoran Ball Joint Atas

Gerakan roda ke atas ke bawah, pastikan tidak adanya gerak bebas yang berlebihan limit gerak bebas 2.3 mm.

Pegas Koil (coil Spiring)

Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang diakibatkan dari permukaan tidak jalan tidak rata, penempatannya di antara lower arm dan upper arm. pemriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus, ukur tinggi pegas bats limit 273 mm

Shock Absorber

Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasi yang berlebihan pada pegas jika kendaraan berjalan dijalan tidak rata. Pemeriksaan shock absorber dalam keadaan terlepas dan bersih dengan cara ditekan, ditarik dengan tahan yang tetap pastikan tidak terjadi kebocoran minyak dan gas. Pada shock absorber, juga dapat bekerja baik.

Stur Bar

Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan  dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman. Strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. Pemeriksaan shut bar dalam keadaan terlepas dan bersih tidak ada bagian yang retak.
Pemerikasaan kebengkokan sebagai berikut;

  • Letakan strut bar pada v blok
  • Ukur run out tengah strut bar menggunakan dial indicator magnetic

Stabilizer Bar

Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifungal pada saat membelok. Stabilizer ini dipasngkan pada lower arm kiri dan kana, bagian tengahnya diikitkan pada eross member/body, sehingga yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban punitran.
Pemeriksaan Stabilizer bar dalam keaadaan terlepas dan bersih, pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak, aus, atau patah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Cara Pemeriksaan Sistem suspensi Independen"

Posting Komentar

*Anda Sopan Kami Segan*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel